Showing posts with label story of the day. Show all posts
Showing posts with label story of the day. Show all posts

Thursday, February 2, 2012

Semua (Masih) Gara-gara Rayap (part 2)

Pergilah kau..
Pergi dari lemariku..
Bawalah semua rekan dan saudaramu~

Shoo..shoo..shoo..

Masalah rayap di lemari sudah selesai, TAPI masalah sekunder akibat rayap belum selesai. Gara-gara rayap, lemari jadi agak rusak. Akibat lainnya adalah bau minyak tanah di kamar yang semerbak mewangi sepanjaaaaaaaang hari. Eh, jadi ingat sinetron GERHANA yak, jaman dulu sekali, haha.

Kenapa bisa bau minyak tanah?
Karena bapak yang membereskan lemari penuh rayap itu, menggunakan minyak tanah semacam itu lah untuk mengusir serangga-serangga itu. Alhasil, beginilah nasib dalam kamar menjadi bau minyak tanah. Hmm, ini sih pemiliknya yang 'terusir' karena minyak tanah, tidak tahan sama baunya! ckck.

Bisakah rayap 'hilang' karena minyak tanah?
Seperti yang pernah dibahas mengenai rayap, serangga yang satu ini sangat menyukai kayu dan selulosa lainnya. Orang-orang banyak menggunakan minyak tanah atau oli untuk mengusir rayap, karena memang rayap tidak menyukainya. Terbukti rayap di lemari sekarang sudah menghilang, diiringi munculnya bau minyak tanah yang sangat menyengat.
Sekarang masalahnya adalah berapa lama minyak tanah ini dapat bertahan untuk mengusir rayap? Menurut Suara Merdeka (2010), lama kelamaan lapisan minyak tanah ini pasti akan menghilang dari permukaan kayu di lemari. Dan mungkin saat itu rayap sudah bersiap-siap melancarkan serangan lagi. Who knows.
Yaah, cara paling bagus sih mengganti lemari dengan yang baru, yang pasti tidak ada rayapnya. Dan setelah itu menyiapkan obat anti rayap.

Masalah lainnya?
Okey, masih ada masalah lainnya ternyata.
1. Bagaimana nasib baju-baju saya?? terlantarkan di kasur, lantai, dan semua tempat yang mungkin.
2. Bagaimana nasib kamar saya?? berserakan barang-barang yang seharusnya diletakkan dalam lemari.
3. Bagaimana nasib saya?? menderita karena bau dan jatah tempat tidur yang sebagian diambil oleh baju-baju yang terlantar.


   

-nothing's good about cucumber-

Thursday, January 26, 2012

Pendekatan Top-Down dan Bottom-Up

Pagi ini bagi saya adalah pagi yang sangat mengkhawatirkan. Pagi ini, entah mengapa dan bagaimana, kondisi psikis saya sangat jatuh. Seram yah. Mungkin karena saya terlalu memikirkan hal-hal kecil yang seharusnya tidak perlu dipermasalahkan.

Pagi ini:
- deadline tugas, namun belum terselesaikan
- kondisi tubuh yang tidak bisa diajak bekerja sama
- rasa bersalah karena telah membohongi diri sendiri dan lainnya
- dan semua itu muncul secara bersamaan.
Membuat perasaan dan hati yang utuh menjadi hancur tidak karuan. Benar-benar mengenaskan.
Seperti pendekatan top-down pada sintesis nanopartikel~

Setelah menjalani setengah hari dengan keadaan kacau, saya membaca sebuah kalimat:
'' never run from difficulty. face hardship like an adult ''
simple, yet effect me so much!

Terlintas dalam hati, sepertinya saya sering lari dari masalah. Mau seperti ini terus? Diam tidak menyelesaikan masalah, kawan. Dan seolah angin segar berhembus [wuuussshh]. Saya menjadi bersemangat lagi, melanjutkan apa yang belum terselesaikan. Benar saja, saya berhasil menyelesaikan hampir separuhnya.

Menjelang sore, saya mendapatkan kabar yang menyenangkan hati. Tidak bisa menghalangi perasaan untuk melompat girang saat itu. Hati kembali utuh dari kepingan yang telah hancur tadi.
Seperti pendekatan bottom-up pada sintesis nanopartikel~

Hati yang telah pulih membuat fisik menjadi sehat pula. Betapa mereka sangat erat kaitannya dan hanya pemiliknya yang mengetahui kondisi sebenarnya dari hati dan fisik tersebut. Sorry for being rude today.

Umm, anyway just say thank you to Allah swt, instead of saying sorry. Thanks for letting me alive and breath today.

Terima kasih atas kemudahan yang telah Engkau berikan, atas nikmat sehat dan iman yang masih bisa saya rasakan hari ini. :)








-nothing's good about cucumber-

Monday, January 23, 2012

Semua Gara-gara Rayap!

Amat sangat terkejut ketika mengambil kardus berisi susu bubuk dari dalam lemari, ternyata banyak binatang kecil, lunak, berwarna putih pada bagian badan, dan coklat pada bagian kepala. AAAAAAAHHHHHH!!! Menggelikan, seperti melihat belatung versi kecil. Euuuwww! Tidak hanya itu, binatang ini meninggalkan banyak kotoran berwarna coklat pada kardus yang saya ambil. Perasaan jijik dan geli itu terus terbayang. Niat awal ingin membuat susu pun jadi tertunda. Bagaimana bisa minum susu kalau yang terbayang adalah binatang-binatang itu?~

Oke, markisel! Mari kita selidiki dari mana asal binatang yang ternyata memiliki nama rayap itu. Setelah mengobrak-abrik lemari, tepatnya di tempat kardus tadi disimpan (menarik napas dalam, dengan slow motion menggeser barang yang ada), banyak sekali rayap berkerumun. Betapa MENGGELIKAN jenis binatang seperti ini. Tanpa berpikir panjang, saya segera mengeluarkan lemari. Hmm, semua isi lemari! Keadaan ini membuat kamar saya seperti kamar pecah, seperti baru mengungsi dari suatu tempat.

Berikut ini adalah akibat yang dihasilkan dari ulah rayap:

Penampakan rayap yang ada di dalam lemari (dalam lingkaran merah)

Motif cantik di dinding lemari bagian dalam, yang mungkin saya sendiri tidak bisa membuatnya :p

Cukup parah kelakuan mereka. ckckck. Sebenarnya siapa sih mereka? The answer is termite! hhaha. Bukan itu maksudnya, kita bahas tentang mereka saja yuks. Supaya lebih dekat dengan mereka. (Zzzz)

Rayap merupakan hewan yang terkadang disebut sebagai semut putih. Kenapa? Karena warnanya yang putih. Dalam bahasa inggris disebut termite. Hewan ini termasuk dalam ordo Isoptera yang berasal dari bahasa Yunani, iso berarti 'sama' dan ptera berarti 'sayap'. Arti seutuhnya adalah bentuk, ukuran dan susunan vena yang sama pada keempat sayap.

Klasifikasi:
- Kingdom: Animalia
- Phyllum: Arthropoda
- Class: Insecta
- Order: Isoptera

Nah, famili dari Isoptera ini ternyata bermacam-macam, jadi ada banyak jenis rayap. Setelah dicocokkan (bagian ini sangat membuat merinding melihat gambar banyak rayap), rayap yang menjadi tersangka utama di atas adalah dari genus Coptotermes. 

Menurut Termite Web genus ini merupakan genus rayap yang paling terkenal buruknya di dunia. Kenapa?  Karena Coptotermes dapat bertahan pada lingkungan urban di mana kebanyakan spesies rayap lainnya tidak dapat bertahan, dan juga bertahan dalam rentang yang luas dari tipe tanah. Pada ketiadaan kompetisi ini, mereka secara alami berproliferasi. Hebat! Hebat!

Ada banyak spesies dari genus ini, namun perbedaannya sangat kecil, hanya bisa diketahui setelah dilakukan pemeriksaan secara mikroskopik. Dari total 48 spesies yang diketahui, 23 berasal dari Asia. Tidak semua spesies bersifat destruktif, dan tidak masuk ke dalam bangunan, tapi jika iya, mereka akan lebih ganas dari spesies rayap lainnya. 

Dalam hal ini, koloni tunggal dapat mengurangi komponen kayu dari semua blok rumah menjadi kerangka hanya dalam waktu beberapa tahun. Mereka juga dapat merusak plastik, busa, tembaga, aspal untuk mendapatkan makanan mereka, yang tidak hanya terdiri dari kayu, tetapi juga kertas, kardus atau lainnya yang sedikit mengandung selulosa. Oh my, oh my!! Ganasnya!

Mau lihat penampakan mereka dari dekat? Begini lah rupa mereka:

(Above) Formosan termites (Coptotermes formosanus). Photo credit: USDA
Sekumpulan Rayap Spesies Coptotermes sp.

Atas: tipe worker; Bawah: tipe soldier

Enough talking about termites, I'm sick of them. Hate them so much! Wanna know further? Go check links below. Hohoho


Hope it will be useful to you! Ciao ciao~


-nothing's good about cucumber-

Saturday, January 21, 2012

Bocah dan Handphone

Saya akan bercerita tentang kejadian yang saya alami kemarin, tepatnya perjalanan pulang dari kosan menuju ke rumah. Ketika sedang berjalan ke arah halte, tiba-tiba saya diikuti oleh 2 bocah yang bisa dibilang kucel, dekil, dsb. Perasaan saya jadi ngga enak nih. Oke, saya tutupi perasaan itu dengan candaan ke mereka sampai muncul pertanyaan:

Saya: "Kalian emang mau ke mana dek?"

Bocah1: "Mau naik bikun kak"

Saya: "Ke mana?"

Bocah2: "Ngikutin kakak.."

Saya (dalam hati): "Ngik, mau ngapain nih bocah?"

Baiklah, saya akan mengikuti alur mereka sampai sejauh mana mereka berani jadi 'followers' saya. Ketika menunggu bis, mereka berceletuk:

Bocah1: "Kak, bagi goceng dong!"

Ah, i know what they want!

Bocah2: "Yauda, kalo gitu gocap aja"

Saya: "Eh, busyet deh, malak dek??" (sambil ketawa, antara maksa dan tidak)

Mereka masih kecil, teman. Kenapa mereka dididik seperti itu? I mean, masih banyak yang bisa dilakukan selain meminta. Apa karena mereka masih kecil, saya bisa tersentuh untuk memberikan uang begitu saja? No! Saya tidak tahun di mana orang tua mereka saat itu, tapi kalau ada saat itu, saya bisa meledak ke orang tuanya. Thanks God they didn't show up.

Dalam benak saya langsung muncul berjuta cara untuk menghentikan mereka jadi 'followers' saya.
1. Turun di suatu tempat dari bis, bilang mau kuliah = boleh lah dicoba
2. Duduk terus di halte sampai mereka juga lelah menunggu = hmm, ini sih saya yang lelah duluan
3. Naik ojek, jadi mereka tidak bisa mengikuti = no! mahal!
4. Naik kereta, biarkan saja mereka mengikuti sampai lelah *ketawa iblis* = agak tidak tega dan terlalu berisiko
Dan setelah diingat, ditimbang, akhirnya diputuskan untuk menjalankan rencana 1 saja. Sebenarnya masih kurang percaya, apakah mereka benar-benar akan mengikuti saya.

Ah, akhirnya bis datang! Saya bersiap naik dan...

Bocah1: Kakak, jangan naik bis yang ini! Ini mah ke arah Bandung!" (sambil narik baju saya)

Saya: "Aduh dek, saya mau kuliah, ntar telat nih!"

Apa-apaan coba mereka! Mereka tidak kenal saya tapi berani seperti itu. *kesal*. Sambil menaiki bis yang penuh, saya memperhatikan mereka. Guess what, mereka juga ikutan naik. Oh My!!! Sepanjang perjalanan menuju tempat yang direncanakan, mereka benar-benar berisik, mengganggu penumpang lain. Cepatlah sampai!!

Ketika sampai tempat tujuan, bisa ditebak lah ya, mereka pun turun. Mereka benar-benar mengikuti saya.

Saya: "Udah sana pada pulang, mau kuiah nih, dosennya galak!"

Bocah2: "Mau ngikutin kakak aja!"

Saya jalan, mereka tetap mengikuti.

Saya: "Dek, mau pulang atau saya panggilin satpam? Saya serius, jangan ketawa kayak gitu, ngga ada yang lucu!!"

Bocah1: "Minta seceng kak, kalo engga minta kacamata kakak, atau jam tangan kakak"

Parah! I was going crazy. Really really.

Saya: "Oke, saya panggilin satpam, ayo ikutin saya!"

Saya pun berjalan ke pos satpam, ternyata mereka tidak berani mengikuti. Saya tidak jadi memanggil satpam, langsung saja saya masuk ke halaman parkir. AH! Mereka masih muncul!!! Baiklah, saya memutuskan untuk duduk di antara bapak-bapak dan ada satpam juga di sebelahnya (hahaha). Saya menunggu sampai bocah-bocah itu hilang dan pulang dengan jalan yang berbeda agar tidak bertemu mereka lagi. And I did it! Fiuuuhhh, perasaan lega ini sangat luar biasa.

Ingin rasanya bercerita tentang kejadian ini ke teman. Saya mencari handphone saya dalam tas. Mencari, dan terus mencari.

Mamaaaaaa!!!! HP saya tertinggal di kosan!! What a day!! Dan saya berencana untuk tidak kembali ke kosan ketika weekend, which means saya tidak akan bersama HP saya sampai hari Senin tiba.

Itulah sepenggal kisah saya kemarin. Benar-benar ter-la-lu.


-nothing's good about cucumber-

Thursday, December 29, 2011

Datang tak dijemput, pulang tak diantar

Wah, kangen nge-post di sini deh!
Sekarang udah penghujung tahun lho, ngga terasa yah. It's Desember, guys! It will be next year just for a few days. Resolusi apa yang belum tercapai tahun ini?? hhi

Rasanya setumpek (bahasa apa nih??) yang mau ditulis, diungkapkan, digambarkan, diceritakan, tapi pas posisi udah bagus (red: duduk rapi dan tegak depan laptop, tangan di atas keyboard) malah bingung mau menulis tentang apa. Dasar manusia!

Well, cerita tentang pergi dadakan minggu lalu deh (akhirnya diputuskan juga), yang berasa seperti "datang tak dijemput, pulang tak diantar". Let's start it!

Cerita berawal dari adanya acara kumpul keluarga besar, yang bertepatan dengan tanggal twenty five of December di ujung pulau Jawa ini. Yang terbayang dari jauh-jauh hari sih, ngga bakal bisa ikut karena kuliah. Ternyata tepat seminggu sebelum hari H, baru tahu kalau tidak jadi kuliah pengganti di tanggal sekitar itu (biasa lah ya sibuk :p). Nah! bingung deh mencari tiket. Tahu sendiri lah ya kalau udah dekat-dekat tanggal libur pasti segala macam transportasi dari darat, laut, udara, bahkan kalau ada bawah tanah, pasti sudah penuh. Hanya keberuntungan satu banding sejuta bisa dapat tiket (agak lebay sih). Tapi bener deh! Kalau pun ada, pasti itu ngga nyaman, atau ngga sesuai tujuan. Oh iya, sebelum mikir jauh, ini tiket cuma buat saya pribadi, sekeluarga sudah punya tiket semua, berangkat tanggal 21. *ngais-ngais tanah*

Ya sudah, tidak apa-apa, masalahnya adalah mencari tiket. Tanpa panjang kali lebar kali tinggi, ceritanya langsung dapat tiket aja yah. Alhamdulillah dapat tiket hari kamis malam, tujuan ke Solo, sesuatu deh. Jadi nanti di Solo akan berangkat bareng rombongan untuk menuju tempat tujuan. Saking excitednya, baju sudah disiapkan dari hari selasa malam, kebetulan hari Rabunya kosong (langka nih kejadiannya), tapi hari Kamis (tetap) ada kuliah.

Selama kuliah, pikiran udah melayang-layang membayangkan perjalanan. Bahkan di-sms juga supaya baterai HP di-charge penuh, kan butuh kontak-kontakan di sana. Intinya, selama kuliah berlangsung, saya amat sangat tidak sabar untuk segera udahan aja gitu (ups!). Bawaan berat? No problemo. Presentasi? yang penting cepet selesai lah. Ada pertanyaan? Aduh, udahan aja yukss. Kuliah selesai? horeeeeeeeee~

Baru aja diingetin supaya HP jangan sampai mati, ternyata Allah berkehendak lain. Maha Besar Allah! HP kecemplung, man!!! =,= Kurang ditambah sayur dan sedikit garam pemirsa di rumah! *masukin sayur, masukin garam* Voila, this is it! Nasib tak dapat ditolak, HP mati, totally. *uring-uringan, mau jungkir balik ngga bisa, mau lompat-lompat malu, mau teriak emm ngga mau juga sih* Bertanya sana sini, siapa yang punya HP yang tidak dipakai, tidak ada jawaban yang diinginkan. Bertanya ke orang tua, katanya beli aja HP murah. NO!! Tapi mujur ternyata dapat diraih, thanks to my besties who lent me her cellphone. :* Ternyata masih ada orang yang baik hati di dunia ini, terharu :') Okay, case closed!

As I said before, i was too excited about it. Makanya berangkat pun jadi terlalu cepat. Jadilah saya menunggu bis berangkat selama 3 jam di poolnya. Kalau ditanya bosan? not really. Dalam kasus ini, menunggu 3 jam benar-benar tidak terasa. Kalau kasus biasa, mending pulang deh! hhihi. Sebelum berangkat, saya lagi-lagi di-sms, kali ini untuk menanyakan tentang keberangkatan bis yang lebih cepat dari bis saya. Karena sekeluarga kemarin sampai Solo pukul 9 pagi, sangat jauh dari perkiraan yang seharusnya pukul 6 pagi. Entah kenapa saya berpikir mereka terlalu berlebihan, feeling saya mengatakan bis ini tidak akan terlalu telat seperti mereka. Untungnya memang tidak ada yang bis kosong sebelum bis saya. *lega* Dengan banyak bawaan, termasuk cadangan makanan (kayaknya ini yang bikin tas penuh), akhirnya saya diizinkan juga keluar dari hiruk pikuk kuliah dan pergi sangat jauh, berkilo-kilo meter jauhnya.

Selama perjalanan, sms udah ibarat seperti jalan tol. Selalu ditanya udah sampai mana, lancar atau tidak, mampir di peristirahatan ngga, makan aja, makanannya gratis lho *jam 11 malam*, bla bla bla, akhirnya tertidur pulas juga. Dan benar kata feeling (siapa nih?hhe), bisnya tidak terlalu telat. Intinya, masih sempat mandi di rumah sodara, wangi, walaupun pegal-pegal. Eh, ada lagi berita, disuruh cepat-cepat lah, nunggu di pinggir jalan lah supaya langsung di jemput bis rombongan, aduh aduh, ter-la-lu-le-bay. Padahal pas sampai di tempat kumpul untuk menunggu bis robongan, kita masih harus nunggu lama. Weleh. =,=

================================

Aaah, ini masih awal cerita, udah banyak dipotong ceritanya, tetep aja panjang yaa. Dan karena sudah malam, saya sudahi sampai di sini dulu.
Ceritanya bersambung yaaa..hhihi



"Hargailah hari kemarin; Hiduplah untuk hari ini; Dan mimpikanlah hari esok"
(Anonim

-nothing's good about cucumber-

Saturday, July 16, 2011

We Love You, Cat :'(

Sudah lama memang kucing ini sakit. Awalnya karena kakinya tiba-tiba pincang, dan selalu tertidur di dalam rumah, bukan ribut mengenai makanan. Kita mengira bahwa itu akan segera sembuh, bahkan sempat kita mandikan. Kucing ini memang bukan kucing yang sangat dipelihara, hanya tinggal bersama kita, kita beri makan, dan berhubung ia jantan, maka tidak pernah dimandikan. Saat ia pincang, kita memutuskan untuk memandikan kucing ini (berarti akan hanya ada sedikit perlawanan dari dia).

Lama kelamaan, kucing itu semakin lemas, hanya bisa tidur-tiduran. Berhari-hari terus seperti itu hingga suatu saat ia mulai bisa bersuara walau hanya sedikit, itu pun ketika diberi makan, serta mulai sering pergi keluar rumah, tidak hanya tidur saja. 

Kucing itu selalu penuh perjuangan ketika ia berjalan, bahkan hingga menyeret-nyeret kaki belakangnya. Ketika hari hujan, ia pulang dengan badan yang penuh lumpur karena cara berjalannya yang menyeret. Harus agak tega dengan membiarkan ia tidur di luar demi bersihnya rumah.

Keadaan puncaknya adalah hari ini. Ia selalu mengeluarkan air liur dari mulutnya. Entah ia sakit apa sebenarnya. Saya jadi teringat kejadian serupa (keluar air liur terus menerus) pada kucing sebelum-sebelumnya, yang pada akhirnya kejang-kejang seperti akan mati, namun ibu saya memberikannya jamu (entah jamu apa), dan voila! kucingnya selamat dari maut, meskipun akhirnya rahang mulut kucing itu agak miring. Kembali ke kejadian hari ini, ketika saya memberi ia makan, ia tak mau makan, hanya memampirkan hidungnya sesaat pada hidangan yang diberi, lalu membelakanginya. Mengapa tidak dimakan pus? Saya mulai agak panik terhadap keadaannya yang memburuk ini. Kepalanya pun seperti gemetar. Huufft.

Sorenya ayah saya sempat memberinya minum susu. Ya, ia masih hidup saat itu. Lalu, ketika ibu saya pulang, beliau berteriak memanggil kami yang di dalam bahwa kucing itu sudah mati. Refleks spontan mendengar berita itu, saya menitikkan air mata. Segera keluar untuk melihat jasadnya yang telah beku, bahkan jasadnya telah beku! Sebenarnya kapan kucing itu mati? :'( Tidak tega, namun harus segera dikuburkan sebelum bangkainya menjadi bau. Dan hujan pun mengantar kepergiannya tepat setelah dikuburkan. 

Pus sayang, aku sedih kamu udah pergi. Sejak awal direnovasinya rumah ini, kamu sudah ada bersama kita. Kurang lebih 3 tahun kamu sudah menjadi bagian keluarga ini. Cukup tua juga umurmu ya, pus. Kami sering memukulmu karena kamu bandel, sering juga kamu dielus karena kamu manja, hihi. Kucing dengan mata belo dan motif garis lurus sepanjang punggungnya dari kepala hingga ekor, terima kasih sudah menjadi bagian dari keluarga ini. :)


Lagi mencoba membuka jendela: XD


Terlihat dari atas:



Bye bye pus, we all love you so :)

-nothing's good about cucumber-

Biasaa Sajaa

Ya, matahari telah menampakkan guratan sinarnya di pagi hari ini (kamis, 130711). Tepat pukul 06.00 saya melangkahkan kaki untuk tujuan mulia (insya Allah), menuntut ilmu. Tidak ada yang baru untuk hari ini, kecuali lupa untuk sahur, karena hari ini adalah hari Kamis waktu untuk puasa sunah.

Menunggu metromini yang akan ditumpangi di perempatan jalan, hmm, ternyata sangat padat dengan kendaraan pribadi. Jakarta semakin padat saja. Ada dua buah metromini tepat berhenti di depan saya ketika lampu merah menyala, namun entah mengapa saya tidak ingin menaiki keduanya. "Ah, paling entar pada ngetem", batin saya. Akhirya saya menunggu metromini berikutnya. Mungkin memang sudah takdir untuk dapat metromini yang ngetem, menunggu metromini jenis apa pun saya tetap dituntut untuk sabar menikmati sebuah kata ngetem.

Butuh waktu lebih lama dari biasanya untuk sampai stasiun tujuan, karena metromini yang jalannya lambat, serta jalanan Jakarta yang setiap pagi macet. Namun sudah tidak terpikir lagi hal-hal tadi ketika sampai stasiun. Segera saya membeli tiket kereta yang terlebih dahulu berangkat menuju tempat tujuan saya. Itulah kebiasaan saya, menanyakan kereta apa yang lebih cepat sampai dan membeli tiketnya. Kereta itu ternyata sudah sampai stasiun tepat saat saya membeli tiket. Tanpa berpikir panjang, saya segera berlari mengejar kereta agar tidak tertinggal. Sepi. Itu kata pertama yang terlintas saat memasuki gerbong kereta. Parameternya adalah saya mendapat tempat duduk dan masih banyak tempat duduk yang kosong. 

Saya tidak akan telat hari ini, karena memang masih pagi untuk dikatakan telat. Bahkan Office Boy pun datang lebih lama dari saya. Apalagi teman sekelas saya. Mereka akan datang tepat sebelum jam masuk kuliah. Apalagi dosennya. :)

Kuliah hari ini adalah kuliah pagi. Tidak bisa pulang setelahnya, karena ada hal yang harus dikerjakan juga saat siang nanti. Hari libur begini kuliah?? Ya, bisa ditebaklah. Ketika kuliah usai, saya memutuskan untuk mampir ke kost dahulu, mengisi waktu kosong. Panasnya hari ini makin terasa, ditambah sedang berpuasa tanpa sahur. Rasanya ingin segera sampai ke kost.

Tidak ada yang bisa dilakukan di kamar kost, saya hanya tidur-tiduran sambil membuka twitter. Dasar remaja jaman sekarang, kalau tidak facebook, twitter, ya BBM (tapi handphone saya bukan BB, jadi untuk apa BBM?). Tiba-tiba ada yang menarik perhatian saya di timeline twitter. Semangat langsung muncul kembali. Saya tertarik untuk mencobanya, gaulnya sih iseng-iseng berhadiah. Siapa tahu kan? :D

Ternyata benar yang namanya tertarik terhadap sesuatu bisa membuat lupa waktu. Tidak terasa waktu menunjukkan pukul 12 siang, harus segera sholat dan berangkat kembali. Ah, padahal hal tadi belum selesai. Saya tetap berniat melanjutkannya, di rumah nanti. 

Entah mengapa, firasat saya mengatakan siang ini akan menguras tenaga dan waktu, dan sedikit perasaan (sigh). Benar saja, yang seharusnya bisa selesai pukul 4 sore menjadi selesai pukul 6 sore. Tidak tahan, saya sangat mudah bete sepanjang siang itu, grr, cepatlah selesai! Berurusan dengan darah, ditambah hasil yang sangat aneh cukup membuat raut muka berubah drastis. Tetapi segala lelah terbayar ketika berbuka dengan meneguk teh manis dingin, segarnya! Sangat bisa mengusir segala rasa bete yang meraja lela sejak tadi siang.

Tidak ingin lebih berlama-lama lagi di kampus untuk hari ini, saya bergegas pulang ke rumah. Tidak peduli ada hal menarik apa pun yang dapat membuat saya untuk tinggal lebih lama bahkan hanya sedetik lebih lama di kampus. Saya berjalan menuju stasiun kereta dan melakukan kebiasaan saya. Walau tidak seperti kejadian tadi pagi, di mana kereta segara datang tepat saat membeli tiket, malam ini harus menunggu kurang lebih lima menit. Ketika kereta datang dan sudah memasuki gerbong, kata yang terlintas pertama kali masih sama seperti tadi pagi, sepi.

Rute yang sama yang harus dilewati seperti ketika berangkat, jenis kendaraan yang sama yang dinaiki seperti ketika berangkat, hanya waktu saja yang berbeda dengan ketika berangkat.

Ada yang masih mengganjal ketika sampai di rumah. Mengenai hal yang menarik perhatian saya ketika siang tadi, yaitu iseng-iseng berhadiah. Harus segera sampai rumah untuk melanjutkan keisengan tersebut. Yah, itulah kejadian seharian yang biasa saja sebenarnya, tapi membuat lelah.

Satu hal yang dapat saya ambil dari hari ini. Bahwa seharian penuh peluh serta kelelahan dapat menjadikan berbuka puasa terasa lebih nikmat, Alhamdulillah.
 

-nothing's good about cucumber-

Sunday, July 3, 2011

Traveling the New Place: Never Ever Bore Me!!

Absolutely, even just looking for somewhere i've never been. It happened this morning. Begini ceritanya . . .

[alarm bunyi]
"oh, masih jam 4" [menekan tombol Snooze di handphone]
Sepuluh menit kemudian [alarm bunyi lagi]
"aa..berisik!" [mencet snooze lagi] dan seterusnya sampai terdengar bunyi azan subuh.

Akhirnya bangunlah dengan rasa malas yang tinggi, mungkin karena hari ini adalah hari Minggu (padahal sih hari biasa juga gini, cuma alibi). Tiba-tiba teringat harus melaksanakan sesuatu hari ini, di tempat yang belum pernah dikunjungi sama sekali, yaitu menjadi pengawas salah satu ujian masuk PTN. Hebatnya, semua saraf langsung terbangun, seperti habis disetrum. Efeknya: langsung mandi, solat subuh, zet zet zet, tahu-tahu sudah rapi. Jam menunjukkan pukul 6 pagi, diharuskan sampai di lokasi pukul 9 pagi. Yaa, masih lama lah. Ets ets, tapi tempatnya masih abstrak di sebelah mana. Oke, paling tidak ada 2 pegangan: sms ancer-ancer dari teman, alamat lokasi.

"Masih jam 6, jadi males, ntaran deh jam lewatan dikit"

Berangkatlah jam 06.10 pagi. Voila! metromini yang ditunggu tidak kunjung datang. Hati jadi tidak tenang, grasak-grusuk, tapi disuruh sabar. Argh! Tidak sabar! Akhirnya memutuskan untuk naik angkot dulu menuju pangkalan si metro. Dan...ADA! Fiuuuuuhhh, hati legaaaaaaaaa. Masih sepi, it means harus menunggu lebih lama supaya mau jalan si abangnya. Baiklaah..FYI, ini metromini tujuan PGC, that's exactly today's destination.

mengambil kursi pinggir agak belakang di metromini
(perhatikan ciri-ciri metromininya!)

Tidak beberapa lama kemudian, metromini pun diinjak gasnya. Jalan sih jalan, tapiiii siput banget, cari penumpang pagi hari di hari Minggu memang beda dibanding hari biasa. Tenang, masih lama target waktunya. 

[fast forward]

Sudah nampak gedung PGC (Pusat Grosir Cililitan), berarti sudah sampai, saatnya turun dari metromini.

[celingak-celinguk]
"Bu, kalau saya mau ke halim, naik trans, di mana ya?" [bertanya ke ibu yang baru turun juga dari metromini]
"Oh, sebelah sana, Dek. Lurus aja ke sana" [sambil menunjuk arah]
"Mana Bu?" [tampang bingung]
"Ikutin aja jalanan ini"
"oh iya Bu, makasih banyak Bu" [ninggalin si Ibu]

Karena cuma ada satu jalan (trotoar), ditelusurilah jalan itu.

[dalam hati]
"Wah, ni dia, ada jembatan" [semangat naik ke jembatan]

[bertanya ke orang yang lagi jalan di depan]
"Mbak, kalau mau ke halim, naik ini bisa kan ya?"
"Emm, bukannya naik angkot itu aja ya?" [dengan bingung dan nunjukin angkotnya]
"yang bener?"
"Ngga tau juga sih"
"hhehe, ntar saya tanya mbak2 di situ aja deh, biar lebih jelas" [nunjuk ke arah halte]

[sampai di dalam halte]
"Mbak kalau mau ke Jl. Rajawali bisa naik ini kan ya?"
"Jalan rajawali mana dulu mbak?banyak"
[toeeeeeeeeengg]
"Yang di Halim mbak"
"ohh, naik angkot yang itu aja, di belokan situ tuh, kalo naik ini muter-muter"
"Yang itu mbak?oke, makasih ya mbak"

[sudah turun dari jembatan, bertemu bapak ojek]
"Pak, mau nanya, kalo ke Jl.rajawali naik apa ya?"
"oh, naik angkot di belokan ini dek, dari sini belok ke kiri, banyak angkot di sana"
"oh, oke pak, makasih ya pak"

Jreng jreng, sesuatu yang bikin malu, untung tidak ada yang tahu (tapi yang baca ini jadi tahu -,-). Angkot yang ada di situ adalah TRANSHALIM!!! OMG!! Dari tadi, bukan, dari kemaren mikirnya transhalim=transjakarta!! Dan ternyata beda banget!! Dan dari tadi sempat girang banget nemu jembatan transjakarta, sampai ke halte transjakarta, dan bahkan saat bertanya ke mbak-mbak transjakartanya. Pantesan mbaknya bingung. Mau tahu bedanya? Nih!
1. Transhalim: angkot vs Transjakarta: Bus
2. Transhalim: kecil vs Transjakarta: besar
3. dan yang pasti Transhalim masuk ke kompleks, Transjakarta tidak. Sesuai sms teman, 'ati2 ya, transhalim ada yang ke gardu dan ke kompleks, jadi tanya2 dulu'. Masa iya busway ada di kompleks. --,--

Lanjut ceritanya yah!

[di angkot Transhalim]
Bangku depan sudah terisi, diputuskan untuk duduk di belakang (yaiyalah, mau di mana lagi?). Beberapa saat kemudian, ketika nengok ke luar, penumpang depan keluar. Sip! Pindah ke depan! Tujuan utama: biar bisa bilangin, emm, ngingetin abangnya untuk turun di lokasi yang tepat, ada lagi sih, biar tahu orang-orang bayarnya berapa, maklum baru pertama kali naik. Angkot ini menelusuri jalan yang bukan jalan besar, lalu masuk kompleks Halim yang sangat rapi. Ngga rapi? ngga aman? Provost bertindak! Nahloo. Sampai ke tanjakan ke sekian, turunan ke sekian, dan belokan ke sekian, sampailah di lokasi. Oh iya, bayarnya dipatok sama, Rp 2500 saja (berdasarkan pengamatan).

Lokasinya tempat apa sih? Dari tadi belum disebut nih, sebut ngga yaa?? berikut jepretan-jepretan lokasi:




Bisa ditebak? Yap, SMAN 42 Jakarta Timur. Sekolahnya rapi, bersih, bahkan hari minggu dibersihin juga (ada OBnya). Apa karena ada ujian ini ya? tapi yang jelas rapi, bersih, nyaman, uhuy deh.
Sampai di lokasi ini pukul 8 kurang, dan bisa ditebak, masih sedikit pengawas yang datang jam segitu. Karena bosan, terpikir untuk keliling-keliling dalam sekolah ini. Berkenalan dengan pengawas lain dahulu supaya ada teman jalan. Akhirnya ada satu orang yang mau ikut ke lantai 2 sekolah, didapat jepretan:


[krucuk-krucuk]
"waa..laper niii, tadi pagi belom makan"
"Yauda, ke kantin aja, makan" [dia yang menyarankan]

[di kantin]
Yang dijual di hari Minggu: soto, popmie, gorengan, kopi, indomie. Duh, karena belom makan nasi, tebak apa yang dibeli? popmie? bisa dibantai di rumah. Beli soto lah ya. Di kantin berkenalan lagi dengan pengawas lain. And guess what?! Dia sudah sampai di lokasi dari jam 6 pagi. Waktu disaat saya memilih untuk berangkat beberapa menit kemudian, tapi anak ini sudah sampai. hahahaha. Ups maaf. FYI, harga soto: Rp 5000, dan karena soto ini lah, makan siang seharga Rp 20000 minus2 banyak, jadi tidak habis.

[fast forward]

[pengawas bertugas]
Sebagai pengawas yang baik, semua tugas pengawas harus dilaksanakan. 
Hal favorit saat mengawas: menandatangani kartu peserta! lalala~
Hal menyebalkan saat mengawas: duduk diam di ruang dengan AC semilir!
Hal menarik saat mengawas: memperhatikan satu-satu wajah peserta! Ihiiy
Hal iseng saat mengawas: menjeprat-jepret



Dan didetik-detik terakhir waktu mengerjakan soal:

Ada yang sudah tertidur nyenyak

Intinya sih, pengawas harus selalu curiga sama peserta ketika ujian berlangsung. Maaf ya, tidak bermaksud begitu, semoga kalian diberi hasil yang terbaik :)

[fast forward]

Ujian sudah selesai, tugas pengawas berakhir, which means saatnya menerima honor (paling dinanti) dan pulaangg.
Perjalanan pulang ditemani oleh transhalim lagi (malu ngingetnya), bayar Rp 2500 ke PGC. Sampai di PGC, menanti metromini yang sama pula seperti berangkat tadi. Agak lama juga menunggunya, sampai terpikir 'ni metromini cuma ada 1 kali ya'. Tiba-tiba muncullah metromini yang dinanti dari tadi, naik ke metromini (berasa mengenali), dengan refleks duduk di tempat yang sama seperti waktu berangkat (makin berasa mengenali), mencoba menjepret juga:

kondisi metromini saat perjalanan pulang

Jreng jreng jreng (lagi). Coba perhatikan kembali foto metromini sebelumnya. Bukan hasil rekayasa, bukan diambil dalam waktu yang berdekatan. Mencapai detik ini saya kembali berpikir 'metromini ini beneran cuma ada 1!!', atau karena saya yang terlalu lelah, tidak mungkin!hahaha
Tapi memang benar sedang lelah, akhirnya tertidurlah di dalam metromini dengan asumsi cepat terbangun. Eh ternyataaaaaaaaaa, terlalu nyenyak! 

[buka mata]
[dalam hati] "eh, udah di mana ni? kayak kenal" [celingak-celinguk jaim (cuma ngelirik-lirik)]
"wuaah, kelewatan ini" [ngumpulin arwah]
"ntaran dulu deh turunnya"

Ketika ada penumpang yang mau turun, lekas saya mengikuti, dengan gelagat tenang, hahaha. Dan harus balik arah dengan naik angkot. Fiuuhhh, sampailah di rumah. 

Itulah perjalanan yang berwarna untuk hari ini. Berikut ada Hal yang Bisa Dipetik dari hari ini. Ciao ciao.

Pelajaran hari ini:
1. Berangkat tidak mepet waktu merupakan suatu keharusan, terutama belum pernah ke tempat tujuan (supaya ngga khawatir kalo nyasar)
2. Transhalim BEDA dengan Transjakarta, walaupun sama-sama ada 'trans' nya
3. Sarapan itu penting
4. Berbagi tanda tangan adalah hal yang menyenangkan :D
5. Metromini yang dinaiki hari ini cuma ada SATU! X)


-nothing's good about cucumber-