Thursday, January 26, 2012

Pendekatan Top-Down dan Bottom-Up

Pagi ini bagi saya adalah pagi yang sangat mengkhawatirkan. Pagi ini, entah mengapa dan bagaimana, kondisi psikis saya sangat jatuh. Seram yah. Mungkin karena saya terlalu memikirkan hal-hal kecil yang seharusnya tidak perlu dipermasalahkan.

Pagi ini:
- deadline tugas, namun belum terselesaikan
- kondisi tubuh yang tidak bisa diajak bekerja sama
- rasa bersalah karena telah membohongi diri sendiri dan lainnya
- dan semua itu muncul secara bersamaan.
Membuat perasaan dan hati yang utuh menjadi hancur tidak karuan. Benar-benar mengenaskan.
Seperti pendekatan top-down pada sintesis nanopartikel~

Setelah menjalani setengah hari dengan keadaan kacau, saya membaca sebuah kalimat:
'' never run from difficulty. face hardship like an adult ''
simple, yet effect me so much!

Terlintas dalam hati, sepertinya saya sering lari dari masalah. Mau seperti ini terus? Diam tidak menyelesaikan masalah, kawan. Dan seolah angin segar berhembus [wuuussshh]. Saya menjadi bersemangat lagi, melanjutkan apa yang belum terselesaikan. Benar saja, saya berhasil menyelesaikan hampir separuhnya.

Menjelang sore, saya mendapatkan kabar yang menyenangkan hati. Tidak bisa menghalangi perasaan untuk melompat girang saat itu. Hati kembali utuh dari kepingan yang telah hancur tadi.
Seperti pendekatan bottom-up pada sintesis nanopartikel~

Hati yang telah pulih membuat fisik menjadi sehat pula. Betapa mereka sangat erat kaitannya dan hanya pemiliknya yang mengetahui kondisi sebenarnya dari hati dan fisik tersebut. Sorry for being rude today.

Umm, anyway just say thank you to Allah swt, instead of saying sorry. Thanks for letting me alive and breath today.

Terima kasih atas kemudahan yang telah Engkau berikan, atas nikmat sehat dan iman yang masih bisa saya rasakan hari ini. :)








-nothing's good about cucumber-